Bismillahirrahmanirrohim
Suatu hal yang pasti tidak akan luput dari keseharian kita adalah yang disebut masalah atau persoalan hidup, dimanapun, kapanpun apapun dan dengan siapapun semuanya adalah peluang potensi masalah. namun andaikata kita cermati dengan seksama ternyata dengan persoalan dengan persis sama, sikap orangpun berbeda-beda, ada yang begitu panik,goyah, kalut, stres, tapi ada pula yang menghadapinya begitu mantap, tenang atau bahkan malah menikmatinya.
Berarti masalah atau persoalan yang sesungguhnya bukan terletak padapersoalanya melainkan pada sikap persoalan persoalan tersebut. oleh karena itu siapapun yang ingin menikmati hidup ini dengan baik, benar, indah, bahagia adalah mutlak harus terus menerus meningkatkan ilmu kuantitas dan kualitasnya seiring dengan pertambahan umur, tuntutan, harapan, kebutuhan, cita-cita dan tanggung jawab.
Kelalaian kita dalam menyadari pentingnya bersungguh-sungguh mencari ilmu tentang cara menghadapi hidup ini dan kemalasan kita dalam melatih dan mengevaluasi ketrampilan kita dalam mnghadapi hidup berarti akan membuat hidup ini hanya berpindah kesengsaraan, penderitaan, kepahitan, dan tentu saja kehinaan yang bertubi-tubi.
Na,udzubillah.
djogja-djogja
Senin, 11 Juli 2011
Rabu, 06 Juli 2011
Belajar Bisnis Sambil Jalan
Saya berpendapat kalau ada yang mengatakan, Bahwa untuk meraihsukses bisnis, kita bisa meniru sukses orang lain, apakah itu strateginya atau pilihan usahanya yang dilakukan,selain itu bahwa untuk bisa menjadi pengusaha, sesungguhnya tidak harus mempunyai pengalaman bisnis yang mumpuni terlebih dahulu. logikanya adalah, kalau kita menunggu sampai kita punya pengalaman bisnis yang mumpuni, lantas kapan kita mau mulai bisnis?
Dari pengalaman saya sendiri, maupun pengalaman Bob sadino, sesungguhnya pengalaman bisnis yang mumpuni itu bisa kita raih sambil menjalankan sambil menjalankan bisnis kita sendiri,maka jika kita ingin menjalankan bisnis kita janganlah banyak pikiran atau pakai rencana yang muluk-muluk. Yakinlah, bahwa dalam bisnis bisa saja berubah, dan itu bisa kita tangani sambil jalan.
hanya saja, mungkin ketakutan kita semtara ini justru karena kita terlalu siap, terlalu banyak dipikir, bahkan terlalu takut pada resikobisnis, padahal, menurut saya dalam praktek bisnis, yang terjadi sesungguhnya banyak berbeda dengan apa yang kita pikirkan. sehingga tak heran kita kemudian banyak menemukan jalan keluar untuk mengatasi semua kesulitan bisnis kita alami.
Jadi, sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk memulai usaha, karena pengalaman bisnis kita terbatas. katakalah , dengan kita piawai menarik pelajaran dari setiap kejadian, saya yakin hal itu justru membuat kita tambah piawai dalam binis.
Sesungguhnya belajar belajar bisnis sambil jalan atau jalan sambil belajar, didunia itu sama saja, yang penting kita telah berusaha dengan memulai usaha. Menurut Bob sadino, dengan melamgkah seperti itu kita telah selangkah lebih maju.
Dengan melangkah, maka ada kemungkinan kita sukses, disamping ada puls kemungkinan kita gagal.Namun dengan tidak melangkah, maka kita tidak akan pernah sukses.Maka tak ada salahnya kita belajar bisnis sambil jalan.go action.....
Dari pengalaman saya sendiri, maupun pengalaman Bob sadino, sesungguhnya pengalaman bisnis yang mumpuni itu bisa kita raih sambil menjalankan sambil menjalankan bisnis kita sendiri,maka jika kita ingin menjalankan bisnis kita janganlah banyak pikiran atau pakai rencana yang muluk-muluk. Yakinlah, bahwa dalam bisnis bisa saja berubah, dan itu bisa kita tangani sambil jalan.
hanya saja, mungkin ketakutan kita semtara ini justru karena kita terlalu siap, terlalu banyak dipikir, bahkan terlalu takut pada resikobisnis, padahal, menurut saya dalam praktek bisnis, yang terjadi sesungguhnya banyak berbeda dengan apa yang kita pikirkan. sehingga tak heran kita kemudian banyak menemukan jalan keluar untuk mengatasi semua kesulitan bisnis kita alami.
Jadi, sesungguhnya tidak ada alasan bagi kita untuk memulai usaha, karena pengalaman bisnis kita terbatas. katakalah , dengan kita piawai menarik pelajaran dari setiap kejadian, saya yakin hal itu justru membuat kita tambah piawai dalam binis.
Sesungguhnya belajar belajar bisnis sambil jalan atau jalan sambil belajar, didunia itu sama saja, yang penting kita telah berusaha dengan memulai usaha. Menurut Bob sadino, dengan melamgkah seperti itu kita telah selangkah lebih maju.
Dengan melangkah, maka ada kemungkinan kita sukses, disamping ada puls kemungkinan kita gagal.Namun dengan tidak melangkah, maka kita tidak akan pernah sukses.Maka tak ada salahnya kita belajar bisnis sambil jalan.go action.....
BERANI MIMIPI
Jadi entrepreneur itu memang harus berani bermimpi.bagaimana dengan anda? bahkan saat krisis ekonomipun,kita janganlah merasa takut untuk bermimpi.sebab,kita harus yakin bahwa mimpi atau visi itu sama dengan cetak biru [blue print] dari realita.artinya,sesuatu yang akan menjadi kenyataan.
Saya punya keyakinan, kaalu entrepreneur berani memiliki visi,ia pasti mampu menciptakan kekuatan positif di dalam pikirannya. hasilnya adalah kemampuan kerja dan kualitas hidup yang meningkat. oleh karena itu, saya sangat yakin dengan ungkapan hidup ini:"hati-hatilah dengan angan-anganmu itu akan menjadi kenyataan".
Ir.sukarno pernah mengatakan"gantungkan cita-citamu setinggi langit". visi memang bisa menyugestikan orang. Dan,semua langkah kita akan kita arahkankan kesana.apalagi seorang entrepreneur itu biasanya seorang pemimpin.Maka mimpi tentang perusahaan,tentang masa depan,dapat mempengaruhi para pengikut yang dipimpinnya.
sebagai entrepreneur harus punya yang namanya ilmu"obor".artinya harus dapat menerangi sekelilingnya.Entrepreneur dengan visi besar adalah obor bagi para bawahannya. Entrepreneur dengan visi besar akan dapat menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan penuh motivasi.Entrepreneur merupakan sosok yang seharusnya tidak takut bermimipi apalagi mimpi itu tidak perlu biaya.Tetapi,masalahnya adlah belim tentu semua orang berani bermimpi. sehingga tidak berlebihan kalau kalau bermimpipun membutuhkan keberanian.
Hal itu terjadi karena kita terkadang masih terpaku pada mitos-mitos,misal,bahwa kalau kita ingin sukses, kita harus punya gelar sarjana dulu,kenyataannya banyak orang sukses tanpa gelar sarjana.banyak pengusaha hanya dari mimpi dan bermodalkan dari nol.
Kita lihat saja Bill Gates yang bermimpi,bahwa personal computer akan tersedia disetiap rumah. untuk merealisasikan mimpinya, ia rela drop oout dari studinya, dan lebih memilih menekuni microsofnya. ternyata ia berhasil. sehingga sekarang ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Dalam konstek inilah kita sebagai enterprenur harus memiliki keberanian bermimpi. Kita harus yakin bahwa rezeki itu mengikuti kita bermimpi. Dan, rejeki itu sebenernya bisa kita rencanakan menurut mimpi kita. Rezeki itu berbanding lurus dengan mimpi kita.
Saya punya keyakinan, kaalu entrepreneur berani memiliki visi,ia pasti mampu menciptakan kekuatan positif di dalam pikirannya. hasilnya adalah kemampuan kerja dan kualitas hidup yang meningkat. oleh karena itu, saya sangat yakin dengan ungkapan hidup ini:"hati-hatilah dengan angan-anganmu itu akan menjadi kenyataan".
Ir.sukarno pernah mengatakan"gantungkan cita-citamu setinggi langit". visi memang bisa menyugestikan orang. Dan,semua langkah kita akan kita arahkankan kesana.apalagi seorang entrepreneur itu biasanya seorang pemimpin.Maka mimpi tentang perusahaan,tentang masa depan,dapat mempengaruhi para pengikut yang dipimpinnya.
sebagai entrepreneur harus punya yang namanya ilmu"obor".artinya harus dapat menerangi sekelilingnya.Entrepreneur dengan visi besar adalah obor bagi para bawahannya. Entrepreneur dengan visi besar akan dapat menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan penuh motivasi.Entrepreneur merupakan sosok yang seharusnya tidak takut bermimipi apalagi mimpi itu tidak perlu biaya.Tetapi,masalahnya adlah belim tentu semua orang berani bermimpi. sehingga tidak berlebihan kalau kalau bermimpipun membutuhkan keberanian.
Hal itu terjadi karena kita terkadang masih terpaku pada mitos-mitos,misal,bahwa kalau kita ingin sukses, kita harus punya gelar sarjana dulu,kenyataannya banyak orang sukses tanpa gelar sarjana.banyak pengusaha hanya dari mimpi dan bermodalkan dari nol.
Kita lihat saja Bill Gates yang bermimpi,bahwa personal computer akan tersedia disetiap rumah. untuk merealisasikan mimpinya, ia rela drop oout dari studinya, dan lebih memilih menekuni microsofnya. ternyata ia berhasil. sehingga sekarang ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Dalam konstek inilah kita sebagai enterprenur harus memiliki keberanian bermimpi. Kita harus yakin bahwa rezeki itu mengikuti kita bermimpi. Dan, rejeki itu sebenernya bisa kita rencanakan menurut mimpi kita. Rezeki itu berbanding lurus dengan mimpi kita.
Label:
entrepreneur,
mimpi,
motivasi
Lokasi:
Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)